Monday, April 28, 2008

Aku Ingin Menemanimu

Aku ingin menemanimu pulang malam ini
Menaiki bis kota dan berhimpitan didalamnya
Aku ingin menemanimu sampai halte berikutnya
Sampai kilometer selanjutnya, turun depan kantor polisi
Menunggu metro mini. Aku ingin menemanimu bersidekap
Dalam angkutan yang pengap, melewati sejumlah lampu merah
Melewati sekian perlintasan kereta api, melawati jalan-jalan layang
Melewati terowongan-terowongan hingga terjebak kemacetan
Dekat terminal. Aku ingin menemanimu menarik napas panjang
Mengeluarkan tisu dan mengelap keringat di kening serta lehermu

Aku ingin menemanimu turun dari kendaraan rombeng itu
Berjalan menuju pangkalan ojek. Aku ingin menemanimu
Melintasi tanah-tanah berlubang, menerobos liku-liku gang
Hingga pekarangan rumah kontrakanmu yang penuh jemuran
Aku ingin menemanimu membuka pintu, memasuki kamarmu
Mencopot sepatu, melepas semua pakaian dan melemparkannya
Ke bawah dipan. Aku ingin menemanimu menghidupkan kipas angin
Lalu meneguk air mineral yang dingin. Aku ingin menemanimu
Menyalakan televisi, menonton flm biru dan menghisap candu
Aku ingin menemanimu bermain-main dengan sepi di kamarmu

Acep Zamzam Noor

Puisi buat mona di semarang yang ultah 29 april.

di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org

3 comments:

rhein fathia said...

masih yang sama?

antown said...

selamat ulang tahun buat yang disana...

Yessi Pratiwi Surya Budhi said...

Terimakasih puisinya, Wung :D