Wednesday, May 17, 2006

kebut-kebutan

Disaat sebagian orang memikirkan bagaimana mempertahankan hidupnya esok hari sekelompok anak muda malah sedang menghamburkan uang. Menghamburkan uang memang haknya karena toh dia pemilik uang itu. Lebih tepatnya orang tuanya pemilik uang itu. Ariel Haryanto dalam kritiknya menyebut bahwa ia tidak mempersoalkan penghamburan uang tersebut dia lebih mempersoalkan mengapa kesempatan untuk lebih sejahtera tidak merata. Hanya sebagaian kecil saja yang memperoleh kesempatan. Jikalau kita berkaca pada sejarah bangsa ini memang benar kritik dari ariel bahwa hanya sebagian kecil saja yang bisa memperoleh kesempatan. Kesempatan ini diperoleh karena faktor keturunan. Memang ada anomali tetapi jumlahnya sangat kecil sekali.

Orang yang menabrak saya datang dari kelas masyarakat atas. Orang-orang ini disaat sebagian besar masyarakat sedang pusing memikirkan ekonomi yang melemah masih sempat kebut-kebutan dijalan. Mereka masih sempat dengan uang orang tuanya merombak mobilnya untuk balapan. Menghamburkan bensin yang berharga untuk adu cepat dijalan-jalan umum. Mending kalau mereka jadi pembalap beneran ini hanya jadi pembalap amatir yang membahayakan orang lain. Gank mobil brengsek! Dan anehnya (gue baru tau belakangan) ada anak itb yang ikut dengan gank itu. Yah memang mashasiswa ITB sekarang beda dengan bertahun lampau dimana mahasiswanya adalah melting pot dari seluruh golongan masyarakat di Indonesia. Kegiatan gank ini hanya pamer mobil dan adu kebut trus kalo udah nabrak orang lari ga bertanggung jawab lalu kalo ketangkep Nyogok polisi dan memanfaatkan orang tua sebagai becking.

Orang-orang berengsek ini sempat-sempatnya pula ngajak berantem. Sayang aja gw lagi kehilangan selera untuk menghadapi orang-orang ini. Ngapain sibuk melayani bajingan murahan lebih baik terusin kerjaan gue yang belum selesai yang menyangkut kepentingan publik. Padahal kalau mau ada sumber daya yang bersedia dikerahkan untuk "membereskan" mereka, ah tapi lebih baik sumber daya ini dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih berguna seperti menahan supaya demo buruh di bandung ga bentrok.

Inilah foto mobil D 131 LN si brengsek itu :


nb: buat teman-teman hati-hati dengan mobil itu dan teman-temannya.

di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org

3 comments:

kere kemplu said...

itu penabrak punya blog gak ya? kalo punya saya ingin tahu bagaimana dia membela diri, termasuk menjelaskan alasan ngajak anda berantem. yah saya kan pengin dengar dari kedua belah pihak.. :)

Awan Diga Aristo said...

kayanya laen kali mending dibakar aja mobil itu wung...

leksa said...

Boss,.. emang rada gila dunia sekarang,...

Gw Februari kemarin ke Aceh mau nya bikin cerita tsunami,.. tapi malah jadi Invesigasi Ginian, di Banda Aceh juga ada yang ginian. Dapat info dari Adik gue (temen2 SMU nya yg anak kolongmelarat) sering ngetrack kalo malam2 tertentu, sempat gue ketemu ama mereka, malah dengan bangganya cerita " Ini bampernya kemarin baru hancur terbalik karena salah start, untung barangnya masih mudah dicari di Medan..."...Busyeett,..mungkin ini semua karna import mobil mewah kayak "Jalan Tol" di Sabang, NAD..

Walo gue kenal nya emang dari dulu karakter nya anak muda nya suka gaya gitu, tapi sekarang kelewatan..

Bukan mau ngejelekin kampung sendiri,..Cuman jadiin pembanding aja dengan cerita loe Wung,..

Jangan kan kota besar kayak di Jawa2,.. kota mantan Bencana Kemanusiaan terbesar di dunia aja punya anak muda dengan mental kancrut gitu...

HHHmmmmmhhh....hhahh.. ga kebayang gue mereka make mobil mewah lewat didepan Barak Pengungsian, hmmff belom lagi mereka tahu kok yang nyetir anak-nya siapa,...