Saturday, May 08, 2010

Marsinah 17 tahun lalu


Dongeng Marsinah

Sapardi Djoko Darmono

/1/
Marsinah buruh pabrik arloji,
mengurus presisi:
merakit jarum, sekrup, dan roda gigi;
waktu memang tak pernah kompromi,
ia sangat cermat dan pasti.

Marsinah itu arloji sejati,
tak lelah berdetak
memintal kefanaan
yang abadi:
“kami ini tak banyak kehendak,
sekedar hidup layak,
sebutir nasi.”

/2/
Marsinah, kita tahu, tak bersenjata,
ia hanya suka merebus kata
sampai mendidih,
lalu meluap ke mana-mana.
“Ia suka berpikir,” kata Siapa,
“itu sangat berbahaya.”

Marsinah tak ingin menyulut api,
ia hanya memutar jarum arloji
agar sesuai dengan matahari.
“Ia tahu hakikat waktu,” kata Siapa,
“dan harus dikembalikan
ke asalnya, debu.”

/3/
Di hari baik bulan baik,
Marsinah dijemput di rumah tumpangan
untuk suatu perhelatan.
Ia diantar ke rumah Siapa,
ia disekap di ruang pengap,
ia diikat ke kursi;
mereka kira waktu bisa disumpal
agar lenkingan detiknya
tidak kedengaran lagi.

Ia tidak diberi air,
ia tidak diberi nasi;
detik pun gerah
berloncatan ke sana ke mari.

Dalam perhelatan itu,
kepalanya ditetak,
selangkangnya diacak-acak,
dan tubuhnya dibirulebamkan
dengan besi batangan.

Detik pun tergeletak
Marsinah pun abadi.

/4/
Di hari baik bulan baik,
tangis tak pantas.
Angin dan debu jalan,
klakson dan asap knalpot,
mengiringkan jenazahnya ke Nganjuk.
Semak-semak yang tak terurus
dan tak pernah ambil peduli,
meregang waktu bersaksi:

Marsinah diseret
dan dicampakkan —
sempurna, sendiri.

Pangeran, apakah sebenarnya
inti kekejaman? Apakah sebenarnya
sumber keserakahan? Apakah sebenarnya
azas kekuasaan? Dan apakah ebenarnya
hakikat kemanusiaan, Pangeran?

Apakah ini? Apakah itu?
Duh Gusti, apakah pula
makna pertanyaan?

/5/
“Saya ini Marsinah,
buruh pabrik arloji.
Ini sorga, bukan? Jangan saya diusir
ke dunia lagi; jangan saya dikirim
ke neraka itu lagi.”

(Malaikat tak suka banyak berkata,
ia sudah paham maksudnya.)

apa sebaiknya menggelinding saja
bagai bola sodok,
bagai roda pedati?”

(Malaikat tak suka banyak berkata,
ia biarkan gerbang terbuka.)

“Saya ini Marsinah, saya tak mengenal
wanita berotot,
yang mengepalkan tangan,
yang tampangnya garang
di poster-poster itu;
saya tidak pernah jadi perhatian
dalam upacara, dan tidak tahu
harga sebuah lencana.”

(Malaikat tak suka banyak berkata,
tapi lihat, ia seperti terluka.)

/6/
Marsinah itu arloji sejati,
melingkar di pergelangan
tangan kita ini;
dirabanya denyut nadi kita,
dan diingatkannya
agar belajar memahami
hakikat presisi.

Kita tatap wajahnya
setiap hari pergi dan pulang kerja,
kita rasakan detak-detiknya
di setiap getaran kata.

Marsinah itu arloji sejati,
melingkar di pergelangan
tangan kita ini.

(1993-1996)

Sapardi perlu waktu 3 tahun untuk membuat puisi ini. negeri ini perlu waktu berapa tahun untuk mengungkap pristiwanya?

di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org

Friday, May 07, 2010

Mensejahterakan rakyat Indonesia?



'YangTakMauMenyerah", seri PerempuanPerkasa7, digisketch,2010.
World Bank bertanggungjawab atas nasib dan kehidupan ibu2 transmigran di
Lahan Gambut Kalteng.

Di KapuasHulu, hidup dan matiku. Sekeranjang cuma seharga 1 kg beras. Setahun berbuah cuma sekali saja.



Diambil dari FB kang Yayak kencrit:

@BP: itu dalam rangka proyek itu, dibuka 87an.Semua orang ngomong itu proyek gendeng. Seluas jawa! baca:http://news.mongabay.com/2009/1204-thoumi_kalimantan.html Transmigrasi disiapkan disana jadi kuli kontrak. Karena kanal itu airnya beracun, pirit dan magnesium dst. Ikan mati. Kolam2 tradionil (bijai) pada kosong . Tak ada ikan, krn. tak ada ... See Moreyang mampu hidup. Orang mesti jalan atau naik sepeda10-20km hanya untuk ngambil air minum. Yang mandi atu gosok gigi akan gatal2 (seperti dibilang B*** Abel) atau giginya rontok. Ntah apa akibatnya pada kesehatan mata, Dokter E****.

@EP: Ibu2 itu, sama dengan SMI juga punya anakdan keluarga . Kentut lah kalo WB dengan duit pinjamannya tak mengharap keuntungan dari proyek itu, selain dari kayunya. Di beberapa tempat ada emas dan batubaranya, Kentut pula kalau sebelum ngasih pinjaman lantas peduli pada akibat kerusakan dan kerugian alam semesta yang terjadi. Sekarang, WB ngasih utangan untuk bikin perkebunan sawit atau dengan alasan pura2 untuk rehabilitasi lahan.

Keluarga ibu2 itu hidup dari 5kg beras hasil jualan rambutan hasil kebunnya, setahun sekali. Kali lain dari nanas, kali lain dari cempedak, kali lain menggasak kayu2 tanaman2 pionir, kali lain jadi kuli (tepatnya budak) di perkebunan sawit sebagai pembuka lahan atau pembibit atau penanam.

Kesluruhan lahan yang kau lewati itu, sekarang rata tanah. WB itu tepatnya singkatan Wadah Bajingan...

Kira2 jelas,Dok? SMI mau aja, karena memang sukses sebagai agen! Sebelumnya kan dititipkan....Jadi, dia nanti wajib tanggung jawab. Atau di neraka nanti dihukum jalan telanjang membawa keranjang penuh rambutan persis seperti ibu2 dalam gambar....Supaya nampak 'agung' boleh saja nanti setiap gambar kepalanya dikasih lingkaran, kaya orang2 suci di gereja2 romawi....

link gambar: http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs545.ash1/31837_1408374723641_1060622957_1184118_3262814_n.jpg
di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org

Saturday, May 01, 2010

May Day 2010






Mayday

TIKA

Rise and shine… Don’t go to work today
Teachers and strippers alike… Realize we’re one and the same

Cause it’s Mayday… 1st of May
Gonna March the Streets today
Yes it’s Mayday… 1st of May
Merry merry labour day

Hear us go oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite
Hear us go oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite

Sister Don’t be scared… Officer come join the parade
Sever their vein today… Just don’t crawl under their feet

Cause it’s Mayday… 1st of May
Gonna March the Streets today
Yes it’s Mayday… 1st of May
Merry merry labour day

Hear us go oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite
Hear us go oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite
Hear us go oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite
Hear us go oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite

Cause we are the one who build their homes
And we are the ones who tend their malls
And we are the ones who keep their banks
And we are the ones who buy their shit….

We are the ones who teach their kids
And we are the ones who cook their meals
And we are the ones who drive their cars
And we are the ones who who work their fields
And we are the ones who fight their wars
And we are the ones who who drop their bombs
And we are the ones to cut this crap
And we are the ones to bring them hell

So oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite
Hear us go oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite
Hear us go oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite
Hear us go oi oi oi oi oi oi oi oi labours of the world unite

Servitude ends today wheb labours of the world unite

Servitude ends today when labours of the world unite.

di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org